Alasan Baca Buku Membuat Mata Kering Meski Cahaya Berlimpah

Baca buku fisik sering dianggap sebagai aktivitas yang lebih ramah bagi mata dibandingkan menatap layar komputer, tablet, atau ponsel. Tak sedikit orang memilih membaca buku cetak, karena tidak memancarkan cahaya biru seperti perangkat digital. 

Apalagi kalau membacanya dilakukan di bawah pencahayaan yang melimpah, baik dari lampu maupun sinar matahari. Sehingga pada menganggap bahwa mata pasti akan tetap sehat dan terhindar dari kelelahan.

Alasan Baca Buku Membuat Mata Kering Meski Cahaya Berlimpah

Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Sebagian orang justru mengeluhkan mata terasa kering, sepet, perih, dan lelah, bahkan setelah membaca buku dalam waktu yang cukup lama. Makin terasa tidak nyaman. Jadinya timbul pikiran, kok kayak begini sih, mengapa mata tetap terasa tidak nyaman padahal pencahayaan sudah cukup?

Jawabannya adalah karena mata yang sehat, tidak hanya dipengaruhi oleh pencahayaan, tetapi juga oleh cara mata kita bekerja selama membaca, frekuensi berkedip, kondisi lapisan air mata, serta durasi aktivitas visual yang dilakukan tanpa jeda.

Cahaya yang Cukup Belum Tentu Mencegah Mata Kering

Pencahayaan memang memiliki peran penting saat membaca. Kan tidak mungkin juga kitanya membaca buku dalam keadaan gelap. Soalnya, cahaya yang terlalu redup dapat memaksa mata kita bekerja lebih keras untuk melihat tulisan.

Terlalu terang pun juga tidak nyaman, menimbulkan silau untuk mata. Oleh karena itu, pencahayaan yang cukup tetap dianjurkan agar mata dapat melihat objek dengan lebih nyaman. Mata kita butuh lapisan air mata yang stabil agar permukaannya tetap licin, nyaman, dan terlindungi dari gesekan setiap kali berkedip.

Mengapa Membaca Buku Bisa Memicu Mata Kering?

Dalam kondisi normal, manusia berkedip sekitar 15–20 kali setiap menit. Fungsi berkedip untuk menyebarkan lapisan air mata secara merata ke seluruh permukaan mata sehingga tetap lembap.

Namanya kita sedang membaca, perhatian kita pasti akan terfokus pada deretan tulisan. Durasinya bisa cepat, tapi juga memungkinkan dalam waktu yang cukup lama. Fokus yang tinggi ini membuat mata kita enggan berkedip. 

Akibatnya, lapisan air mata lebih cepat menguap sebelum sempat diperbarui. Kondisi inilah yang membuat permukaan mata mulai mengering meskipun pencahayaan di tempat sudah ideal.

Saya pernah sangking asiknya membaca buku, demi menamatkannya agar bisa dikembalikan ke perpustakaan, eh udahannya malah membuat kucek-kucek mata, dan mata terasa lelah.

Alasan Baca Buku Membuat Mata Kering Meski Cahaya Berlimpah

Mata Kering Bisa Menimbulkan Gejala SEPELE

Nah, mata lelah ini adalah salah satu dampak paling umum dari mata kering, selain sepet dan perih atau dapat diringkas dengan istilah mata SEPELE.

1. Mata Sepet

Mata sepet terjadi saat lapisan air mata tidak lagi melumasi permukaan mata dengan baik, sehingga kelopak mata bergesekan dengan bola mata saat berkedip. Kondisi ini menimbulkan sensasi seperti ada pasir atau benda asing dan sering menjadi tanda awal mata mulai kehilangan kelembapan.

2. Mata Perih

Saat lapisan air mata menipis, ujung saraf di permukaan mata lebih mudah terpapar udara sehingga menimbulkan rasa perih atau terbakar. Mata juga bisa berair sebagai respons terhadap iritasi, tetapi air mata refleks tidak selalu mampu menjaga kelembapan mata dalam jangka lama.

3. Mata Lelah

Mata dapat mengalami kelelahan setelah dipaksa untuk fokus menatap selama 1–2 jam tanpa istirahat. Gejalanya meliputi kelopak mata terasa berat, sulit fokus, penglihatan mulai kabur, mata ingin terus ditutup, dan konsentrasi menurun, sehingga aktivitas membaca sering terhenti.

Faktor Lain yang Memperburuk Mata Kering Saat Membaca

Selain durasi membaca dan berkurangnya frekuensi berkedip, ada faktor lain juga yang makin memperparah mata kering, seperti kurangnya minum air putih yang mengakibatkan tubuh dehidrasi. 

Saat membaca buku di ruangan ber-AC atau menghadap kipas angin memang nyaman, tetapi justru membuat udara sekitar menjadi lebih kering dan mempengaruhi mata kita. Apalagi kalau ternyata punya riwayat sindrom mata kering dan bertambahnya usia maka gejala mata SePeLe muncul lebih cepat.

Cara Mencegah Mata Kering Saat Membaca

Dari situlah #MataSePeLeJanganSepelein. Kita bisa mengakalinya dengan 20 menit membaca, lalu alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter), agar otot mata bisa beristirahat sejenak.

  • Usahakan pula untuk berkedip secara sadar, terutama ketika sedang sangat fokus membaca. Berkedip membantu menyebarkan air mata ke seluruh permukaan mata sehingga kelembapannya tetap terjaga.

  • Pastikan agar pencahayaan di tempat membaca cukup dan nyaman. Tidak silau maupun redup karena keduanya dapat meningkatkan beban kerja mata.

  • Atur jarak antara buku dan pandangan mata sekitar 30–40 sentimeter agar mata tidak bekerja terlalu keras untuk mempertahankan fokus.

  • Penuhi pula kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup setiap hari. Hidrasi yang baik mendukung produksi air mata yang sehat.

  • Serta tak lupa, tetesin insto dry eyes agar #BebasMataKering yang menyejukkan. Insto Dry Eyes mudah ditemukan di Indomaret terdekat di tempat tinggal kita. 

Alasan Baca Buku Membuat Mata Kering Meski Cahaya Berlimpah

Harganya yang terjangkau dan kemasan biru nan minimalis, #InstoDryEyes dapat membantu sebagai air mata buatan yang melumasi mata dan membuatnya lebih lembab. 

Dengan memahami kenapa membaca buku bisa membuat mata kering meski cahaya berlimpah, kita bisa mengantisipasi agar terbebas dari mata Mata SEpet, PErih,  LElah. Semangat membaca buku tanpa khawatir mata kering.

Komentar

  1. Mata saya minus sejak SMP alasan dhohirnya ya karena selalu membaca buku dengan pencahayaan yang kurang.
    Jaman saya SMP di kampung belum ada listrik masuk desa. Baru sebagian itu pun orang kaya
    Nenek saya ambil listrik dari tetangga, lampu bohlam lima watt, yang nyala dari jam enam sore hingga jam enam pagi
    Sementara sekolah saya jauh. Jalan kaki dulu beberapa km terus naik angkutan
    Waktu habis lama di jalan
    Ga ada waktu belajar siang. Makanya baca buku malam dengan pencahayaan seadanya itu
    Wassalam akibatnya penglihatan jadi kurang jelas bahkan kadang tidak jelas
    Mau gimana lagi, saat itu belum marak obat tetes mata seperti Insto ini

    BalasHapus
  2. Iya banget Mba...baca buku fisik pun bisa bikin mata kering, walopun pencahayaannya udah cukup. Padahal awalnya saya kira baca buku fisik itu better daripada baca di kindle. Ternyata intinya bukan selalu di layar ya, tapi karena terlalu fokus baca, kita bisa jadi lebih jarang ngedip, akhirnya mata jadi lebih sepet, perih, dan lelah. Tipsnya relate banget mba di aku, terutama soal mengalihkan pandangan setelah membaca beberapa saat dan membiasakan untuk berkedip. Daaan yang terpenting emang harus ada Insto Dry Eyes sih mba.

    BalasHapus
  3. Saya termasuk tim yang lebih suka membaca buku fisik dibandingkan dengan buku digital, alasannya karena membaca buku fisik lebih nyaman ke mata daripada membaca buku elektronik di layar gawai.

    Tapi membaca buku fisik pun bukan berarti selalu nyaman ke mata, kalau kebablasan baca terus, kerasa sepet dan perih juga sih matanya. Makanya setiap sudah 10 halaman saya membiasakan diri rehat sejenak, mengambil napas, baru lanjut membaca kembali.

    Beruntung sekarang ada Insto juga yang bisa membantu jika terasa sudah ada gejala mata kering, jadinya bisa cepat teratasi, ya. Karena kalau dibiarkan, bisa tambah parah juga.

    BalasHapus
  4. Ini mah aku bangettttt, baca buku kelamaan, sampe akhirnya mata gatel, perih dan berair 😅😅. Kadang kalau udh baca buku, suka lupa waktu. Apalagi kalau isi buku menarik dan bikin ga sabar namatin. Sampe lupa mata udh lama ga kedip . Efeknya memang JD mata SePeLe.

    Kalau udh begini, perlu banget ditetesin insto sesekali. Biar mata balik nyaman . Dari sekian banyak brand yg pernah aku coba, insto memang paling enak dimata mba. Efek dinginnya cepet, dan langsung bikin mata terasa nyaman

    BalasHapus
  5. Aku termasuk orang yang merasa kalau membaca buku fisik tuh nggak masalah sama sekali untuk mata. Nggak berantem sama sinar biru dari layar gadget soalnya. Kenyataannya, mau buku fisik atau digital tetap saja sama-sama jarang kedip. Bikin gejala mata kering juga. untungnya nemu solusi yang oke banget dari Insto Dry Eyes.

    BalasHapus
  6. Iya benar ini, Mbak. Membaca buku sebenarnya jauh lebih aman dibandingkan membaca lewat tablet atau hape. walau praktis dibawa ke mana-mana. Tapi itu... banyak yang tidak tepat membaca. Termasuk saya dulu suka membaca sambil tiduran. Terus, kalau buku itu ceritanya seru tapi waktu sudah larut malam, kan nanti diomelin kalau ga tidur. Jadi lampu kamar dimatiin, baca buku pake senter. dan itukah bikin mata saya bermasalah.

    BalasHapus
  7. Wah, ternyata baca buku juga bisa bikin mata kering ya. Aku sering banget kalau sudah asyik baca jadi lupa berkedip dan tahu-tahu mata udah capek aja, apalagi mataku minus nih. Tulisan ini jadi reminder buat lebih perhatian sama mata, apalagi kalau bukunya tuh bener-bener yang disuka banget, sampai nggak bisa berhenti dan tamatin hari itu juga. Jadi bukan cuma layar yang perlu diwaspadai, ternyata buku juga kalau dibaca terlalu lama.

    BalasHapus
  8. Oalah kukira mata SePeLe nih paling banyak disebabkan karena kelamaan liat layar HP atau laptop saja, tapi ternyata baca buku di tengah cahaya berlimpah pun bisa kena ya. Syukurlah ada instro dry eyes, bisa jadi solusi bila terjadi kondisi tersebut.

    BalasHapus
  9. Memang mata kita kayaknya overwhelmed yaaa.
    Kepake terus di segala aktivitas
    termasuk baca buku...dan nulis blog, trus baca aneka literatur.
    Memang ngga boleh disepelein gejala mata kering ini.
    Skuy, sedia INSTO!

    BalasHapus
  10. Selama ini justru mikir kebalikan mbak Fen, kalau baca buku. Kalau baca buku aku merasa lebih aman daripada kalau baca kindle, kalau mataku capek ya tutup aja. Dan emang belum pernah kena mata kering.

    Ternyata baca buku pun bisa bikin mata kering ya, in case bagi beberapa orang. Jadi bukan semata-mata karena masalah cahaya ya. Tapi malah karena berkurangnya frekuensi berkedip, gara-gara excited sama ceritanya. hihihi.. :D

    Sepertinya para reader pun kudu hati-hati dan sedia insto ya... :D

    BalasHapus
  11. Nah, pernah ngalami nih baca buku fisik yang ternyata seruuuu pake banget, berujung jarang kedip dan nggak kasih mata buat istirahat. Ekhhh ternyataaaa kena gejala mata kering. Kerasa nggak enak tuh sepet, perih, merah, gatel, bahkan pegel.

    Nah, Alhamdulillah ada solusi Insto Dry Eyes yang kecil tapi powerfull banget. Belinya mudah, harga terjangkau pula. Andalan para pencinta buku sih emang.

    BalasHapus
  12. Memang ya, kalau sudah telanjur asyik baca buku tuh atau terlalu fokus menatap deretan teks berjam-jam, sering banget tiba-tiba mata terasa sepet, perih, dan kering.
    ​
    Ternyata penjelasan di baliknya sangat logis ya kak, intensitas berkedip kita yang menurun drastis saat sedang fokus membaca itu jadi pemicu utamanya.

    Saking asyiknya masuk ke alur cerita atau menyerap informasi, kita sampai nggak sadar menahan refleks untuk berkedip. Makanya penting bgt nih bawa Insto Dry Eyes kemana2.

    BalasHapus
  13. Mata kering itu memang terasa sepele padahal efeknya bisa serius loh Itulah kenapa harus bagaimana dijaga kesehatan dan kelembaban mata supaya bisa berfungsi seperti biasa Jangan sampai kering dan mengganggu kenyamanan apalagi kesehatan mata

    BalasHapus
  14. Yaap memang betul....bukan hanya buku digital bahkan buku fisik juga kalau di pleter terus baca bukunya alias gak istirahat yaaa matanya luluh juga pertahanannya. Mata bisa kering,pedih dan sepet. Kasiaan mata kita kalau dipaksa bekerja terus tanpa istirahat. Udah pas bener ini, ditetes insto jadi mata kita istirahat dulu barang sejenak.

    BalasHapus
  15. Jangan sampai mata kering mengganggu hobi baca buku ya
    Untung selalu sedia Insto Dry Eyes yaa
    Bisa cepat atasi mata kering

    BalasHapus
  16. Anakku langganan banget baca buku di suasana temaram. Katanya kadang supaya lebih dapet "feel"nya ((karena hobinya baca novel)).
    Sebenernya memang harus diperbaiki kebiasaan yang kurang baik ini yaa.. dan kalau mata mulai sepet, perih dan lelah, langsung gercep tetesin insto dry eyes.

    BalasHapus
  17. Jujur udah lama nggak membaca buku berjam2 lamanya sejak mataku plus haha, tuwa saya =))
    Tapi bener sih kan mata ada batas waktunya kapan dia lelah yaaa. Kalau dulu zaman masih muda sih gas2 aja melahap novel tebel sehari OK, kalau sekarang mulai membatasi supaya mata juga bisa istirahat.
    Apalagi kalau bacanya di bawa lampu redup, akan sangat melelahkan buat mata.
    Untungnya ada Insto Dry Eyes yang bisa mengatasi mata kering akibat kelamaan baca buku ya. Tapi tetep sih sebaiknya juga dibatasi waktu bacanya, supaya mata pun terjaga kesehatannya.

    BalasHapus
  18. Relate banget, apalagi kalau sudah asyik baca buku sampai lupa waktu. Mata kering memang sering terasa sepele ya, padahal bisa mengganggu kenyamanan membaca. Jadi pengingat juga buat sesekali istirahat dan memberi waktu mata untuk rileks.

    BalasHapus
  19. biasanya memang saking serunya buku yang dibaca itu kita nggak bisa berhenti dan berujung begadang yaa. dan itu juga pastinya bikin mata jadi lelah karena terlalu fokus membaca. untung ada insto dry eyes yang bisa menjadi pereda gejala mata kering ini

    BalasHapus
  20. Memang membaca buku fisik lebih ramah daripada membaca buku digital. Tapi kalau terlalu lama tetap saja bikin mata tidak nyaman. Kalau sudah tidak nyaman pakai insto dry eyes bisa jadi solusi.

    BalasHapus
  21. Baca buku itu hobiku sih ya terutama saat dulu hamil Saladin, jadi pas bed rest ya kiling time dengan baca novel. Setuju sih kalau baca buku bisa bikin mata iritasi, apalagi kalau bukunya bikin penasaran dan ingin ditamatkan dalam sekali dudukk. Kudu sedia Insto Dry Eyes di rumah biar nyaman lagi membacanya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan tinggal jejak santunmu, agar daku bisa berkunjung kembali ^_^

Postingan populer dari blog ini

Hai SemangatCiee di Blog yang Bersemangat

Besok Tahun Baru