Postingan

Alasan Baca Buku Membuat Mata Kering Meski Cahaya Berlimpah

Gambar
Baca buku fisik sering dianggap sebagai aktivitas yang lebih ramah bagi mata dibandingkan menatap layar komputer, tablet, atau ponsel. Tak sedikit orang memilih membaca buku cetak, karena tidak memancarkan cahaya biru seperti perangkat digital.  Apalagi kalau membacanya dilakukan di bawah pencahayaan yang melimpah, baik dari lampu maupun sinar matahari. Sehingga pada menganggap bahwa mata pasti akan tetap sehat dan terhindar dari kelelahan. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Sebagian orang justru mengeluhkan mata terasa kering, sepet, perih, dan lelah, bahkan setelah membaca buku dalam waktu yang cukup lama. Makin terasa tidak nyaman. Jadinya timbul pikiran, kok kayak begini sih, mengapa mata tetap terasa tidak nyaman padahal pencahayaan sudah cukup? Jawabannya adalah karena mata yang sehat, tidak hanya dipengaruhi oleh pencahayaan, tetapi juga oleh cara mata kita bekerja selama membaca, frekuensi berkedip, kondisi lapisan air mata, serta durasi aktivitas visual yang dilaku...

Yuk Habiskan Air Minummu

Gambar
Pernah tidak, kita melihat air di gelas atau di wadah apapun, lalu terlintas dalam pikiran kok kayaknya sulit banget sih buat menghabiskan air minum?  Ada saja gitu alasannya, misalnya kekenyangan, rasanya sudah tidak enak lagi, buru-buru akan pergi, malas, dan sebagainya.  Seakan berat. Selalu aja ada sisanya. Jadinya kesan kurang bijak dengan airnya makin terasa.  Kalau misalnya air minum itu dalam botol kemasan, adakalanya memungkinkan kita lupa, main buang aja botol minumnya, padahal masih ada sisa sedikit airnya.  Jadinya kalau diingat-ingat, bisa memunculkan rasa bersalah dalam diri, kenapa sih kita bisa begitu? Kan bisa air minumnya dihabiskan dulu, tapi ini PR banget jadinya.  Belum lagi semisal lagi isi wadah penampungan air, seperti air keran yang dibuka dong pastinya, eh entah gimana lupa deh untuk ditengok lagi. Alhasil meluber deh airnya alias udah penuh.  Padahal air adalah sumber kehidupan untuk kita dan makhluk hidup lainnya. Setuju kan?...

Dear 19 Maret

Gambar
Cara Salam on Blog kali ini terasa spesial, karena pada tanggal 19 Maret ini daku merayakan hari lahir.  Momennya sesuatu ya, karena di saat jelang Hari Raya Idul Fitri, alias malam takbiran hehe. Jadinya makin gereget buat merenung bukan untuk huru hara, eh hura-hura.  Munajat pun terselip dalam diriku. Kamu yang membaca tulisan ini, boleh banget untuk bantu mengaminkan dan bisa saling mendoakan juga kita 🤲 Dear ٱللَّٰه,  Terima kasih atas segala hal yang telah Engkau berikan kepada Fenni.   Yaa Mu'min, jagalah Fenni selalu karena Engkau sebaik-baik pelindung.  Yaa Rahman, panggilah Fenni dengan jiwa yang tenang tanpa rasa sakit dan dalam keadaan baik ke hadiratmu, melalui sifat Maha Kasih-Mu.  Yaa Rahiim, sambutlah Fenni melalui sifat Maha Penyayang-MU saat langkah kaki mereka yang mengantar dari pemakamanku pergi.  Yaa Ghaffar terimalah amal ibadah Fenni dengan sifat Maha Pengampun dari-Mu.  Yaa Fattaah masukkanlah Fenni ke dalam barisan...

La Tahzan dan tentang Harapan

Gambar
Tak semua yang diimpikan akan menjadi nyata. Ada doa yang الله izinkan bersemi menjadi kenyataan, ada pula harapan yang ditunda agar kita belajar tentang kesabaran. Tak semua rencana berjalan sebagaimana yang diinginkan. Ada langkah yang dimudahkan, ada pula jalan yang seolah tertutup. Namun sering kali, di balik pintu yang tertutup itu, الله sedang membukakan jalan lain yang lebih baik. Ketika harapan tak sesuai kenyataan, kecewa dan sedih adalah rasa yang manusiawi.  Dibalik itu semua, ada jejak agar lebih dewasa dan bijaksana bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang selama hati tetap bersandar kepada-Nya. Apa yang luput dari genggaman belum tentu menjadi kerugian. Bisa jadi, الله sedang menjaga dari sesuatu yang tidak diketahui. Sebab kita datang dari-Nya, menjalani kehidupan atas izin-Nya, dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Titipkanlah segala harapan kepada الله.  لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا 𝑳𝒂 𝒕𝒂𝒉𝒛𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒏𝒂𝒍𝒍𝒂𝒉𝒂 𝒎𝒂'𝒂𝒏𝒂 Janganlah eng...

Kenapa Singelillah Perlu Memikirkan Ini (Edisi 2)

Gambar
Yeay, Cara Salam on Blog lanjut lagi gess...  Pada tulisan sebelumnya, sudah diterangkan tentang salah satu malaikat yang perlu ditunggu Singelillah.  Nah pada tulisan ini, akan diterangkan pula satu malaikat lagi, siapa dia? Sini baca sampai habis ya.  *** Singelillah, usahakan tidak hanya memikirkan tentang persiapan bertemu jodoh semata, alias malaikat jodoh datang menghampiri.  Namun, hal lainnya yaitu, malaikat maut.  Apa? Kok terkesan serem banget?  Heheh, padahal sih nggak ya. Soalnya maut itu datangnya pasti. Malaikat Izrail yang bertugas untuk mencabut nyawa, tidak akan bertanya lebih dulu, apakah kamu sudah menikah atau belum?  Dia pun juga ga akan bertanya, "kok sampai umur segini, kenapa belum menikah? Anak tetangga udah pada sekolah, kuliah dan mau nikahin hingga punya cucu, tapi kenapa kamu belum menikah juga?" Apalagi sampai bertanya: "kenapa belum ganti status di KTP juga?" Tanpa perlu sensus, tanpa perlu ngumpulin Kartu Keluarga,dan su...

Kenapa Singelilah Perlu Memikirkan Ini (Edisi 1)

Gambar
Alhamdulillah, Cara Salam on Blog balik lagi gess..  Seperti pada tulisan daku sebelumnya, kali ini kita bahas sejenak tentang Singelillah, yang pastinya pada tahu bahwa Singelillah adalah orang yang masih singel, sendiri, belum punya pasangan, belum terikat dengan pernikahan.  Tentunya kamu sering mendengar bahwa seseorang yang belum menikah alias masih single dan ingin menikah, maka persiapkanlah dirinya untuk menghadapi pernikahan.  Nah persiapan diri ini beragam. Dari yang namanya persiapan mental bagaimana cara menghadapi pasangan, persiapan kesehatan, persiapan finansial, dan hal lainnya.  Persiapan tersebut dilakukan demi memantaskan diri. Kalau seorang pria, maka dia berusaha untuk persiapan memantaskan diri sebagai suami sekaligus kepala keluarga dan yang nantinya menjadi ayah.  Sedangkan seorang wanita, dia pantaskan dirinya menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anaknya kelak.  Dalam hal memantaskan diri ini, kerap kali banyak postingan, buku, ...

Kenapa Baru Nongol Lagi

Gambar
Yuhuu...  Baru nongol lagi deh setelah sekian lama (hiiiaaahh, biar pembukaannya sesuatu wkwkwk).  Udah ada yang terpikirkan sebenarnya ingin menulis tentang apa. Namun belum sempat untuk menuangkannya di sini.  Jadi ketimbang menulisnya agak panjangan tapi dipublilasikannya di media sosial, mendingan sih di blog aja kali ya.  Ya, kan demi biar blognya juga terisi dengan tulisan yang tak hanya bisa dibaca banyak orang, tetapi sekaligus jejak langkah hidup di dunia.  Jejak langkah ini, bukan sekadar menorehkan semata rangkaian huruf, kata dan kalimat. Jadikan dia sebagai saksi hidup tatkala berkutat di kerasnya dunia yang fana ini.  Ah,  sesuatu deh kalau bahasannya tentang ke-fana-annya dunia.  Nanti kita kulik lengkap di sini hihi.