Story: Akibat Cara Salam yang Buruk

Suatu pagi yang cerah di kota kecil, ada seorang pemuda bernama Danu yang terkenal dengan sikapnya yang ceroboh, agak terburu-buru dan tidak peduli dengan perasaan orang lain. 

Setiap kali ia bertemu seseorang, Danu tidak pernah memberikan salam yang hangat. Salam yang ia berikan seringkali terdengar sekenanya, terburu-buru, layaknya menuntaskan sebuah kewajiban semata.

apa dampak cara salam yang buruk kepada orang lain


Hari itu, Danu sedang berjalan menuju kantornya dan bertemu dengan seorang wanita tua yang sedang duduk di bangku taman. Sebagai orang yang tidak suka berlama-lama berbicara, Danu hanya melintas dan berkata dengan nada terburu-buru, "Hei, selamat pagi," sambil terus berjalan tanpa menunggu tanggapan dari wanita tua itu.

Wanita tua itu terkejut, tetapi hanya bisa mengangguk lemah, merasa tidak dihargai. Danu, yang tidak ambil pusing melanjutkan langkahnya dengan cepat, berpikir bahwa ia telah melakukan tugasnya dengan menyapa.

Namun, Danu tidak mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibu dari atasan baru di kantornya. Ibu tersebut, yang merasa sangat kecewa dengan cara Danu menyapanya, memutuskan untuk melaporkan kejadian itu kepada anaknya—yang ternyata adalah bos besar di perusahaan tempat Danu bekerja.

Beberapa hari kemudian

Danu dipanggil ke ruang HRD. Ia merasa terkejut saat mendengar kabar bahwa ada keluhan terkait perilakunya. Atasan barunya, yang mendengar cerita dari ibunya, mengatakan dengan nada yang serius, 

"Danu, saya ingin Anda lebih memperhatikan bagaimana Anda berinteraksi dengan orang lain, tidak hanya dengan rekan kerja, tetapi dengan semua orang di sekitar Anda. Terlebih kepada orang yang lebih tua dari Anda."

Danu merasa canggung dan bingung, tidak tahu apa yang telah salah. Namun, setelah merenung, ia menyadari bahwa sikap terburu-burunya dan salam yang tidak tulus telah membuat kesan yang buruk di mata orang lain, bahkan orang yang tidak ia kenal sekalipun. 

Baca Juga: Esok Tahun Baru

Danu pun berjanji untuk lebih memperhatikan cara ia berinteraksi, karena ia tahu bahwa sebuah salam yang buruk—meskipun hanya sekejap—dapat membawa konsekuensi yang tidak terduga. Dan lebih dari itu, ia belajar bahwa sikap menghargai orang lain, bahkan dalam hal yang sederhana seperti memberikan salam, dapat mempengaruhi pandangan orang terhadap dirinya.

Post a Comment

Silakan tinggal jejak santunmu, agar daku bisa berkunjung kembali ^_^

Lebih baru Lebih lama