Baca buku fisik sering dianggap sebagai aktivitas yang lebih ramah bagi mata dibandingkan menatap layar komputer, tablet, atau ponsel. Tak sedikit orang memilih membaca buku cetak, karena tidak memancarkan cahaya biru seperti perangkat digital. Apalagi kalau membacanya dilakukan di bawah pencahayaan yang melimpah, baik dari lampu maupun sinar matahari. Sehingga pada menganggap bahwa mata pasti akan tetap sehat dan terhindar dari kelelahan. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Sebagian orang justru mengeluhkan mata terasa kering, sepet, perih, dan lelah, bahkan setelah membaca buku dalam waktu yang cukup lama. Makin terasa tidak nyaman. Jadinya timbul pikiran, kok kayak begini sih, mengapa mata tetap terasa tidak nyaman padahal pencahayaan sudah cukup? Jawabannya adalah karena mata yang sehat, tidak hanya dipengaruhi oleh pencahayaan, tetapi juga oleh cara mata kita bekerja selama membaca, frekuensi berkedip, kondisi lapisan air mata, serta durasi aktivitas visual yang dilaku...
Komentar
Posting Komentar
Silakan tinggal jejak santunmu, agar daku bisa berkunjung kembali ^_^